Senin, 26 November 2012

INDAHNYA LIBURAN DI KOTA MEDAN



 




PEMANDANGAN PEMANDIAN AIR SODA DI TARUTUNG, SUMATERA UTARA

JAKARTA, AGUSTUS 2012- Saat liburan adalah saat liburan yang menyenangkan bagi semua orang dari anak kecil sampai orang tua. Karena liburan hati kita menjadi lebih santai dari berbagai kegiatan yang kita lakukan misalnya seperti sekolah, kuliah dan pada saat lembur. Banyaknya orang menikmati liburan memilih untuk pulang kampung untuk bertemu dengan keuarga. Contohnya seperti saya, saat liburan kuliah tiba saya dan keluarga saya merencanakan untuk pergi liburan ke kampung halaman yaitu di sumatera utara. Tiba pada tanggalnya untuk berkemas dan pergi untu pulang kampung hati saya sangat senang karena saya masih bisa bertemu dengan nenek saya.

Pada pukul 02.30 pagi kami sekeluarga pun akhirnya berangkat ke bandara untuk segera check-in dan setelah check-in kami pun menunggu pesawat dating untuk segera berlibur ke kampung halaman. Pukul 05.00 tibalah saatnya saya dan keluarga berangkat.  Setelah tiba di bandara Pulonia Medan pada pukul 07.00 pagi kami sekeluarga segera mencari dan mengambil koper dan sesampainya disana kami sekeluarga sudah ada yang menjemput yaitu saudara saya dengan mobil carteran. Senang sekali rasanya saat tiba di kampung halaman karena disanalah kota kelahiran saya, udaranya yang sejuk, perjalanan yang sepi dan lancar itulah yang sangat di senangi bila kami sekeluarga pulang kekampung halaman. Selama di dalam perjalanan yang membutuhkan waktu 3 jam agar dapat sampai di rumah nenek, kami sekeluarga berhenti sejenak untuk mencari makan sambil menikmati pemandangan kota Medan yang sejuk dan Indah. Selama perjalanan 3 jam kami sekeluarga memutuskan untuk tidur di mobil karena saya dan keluarga kurang tidur. Setibanya kami sampai di rumah nenek pukul 12.00 siang kami sekeluarga di sambut dengan senang oleh sanak saudara yang di kampug. Kami sekeluarga memutuskan utuk beristirahat satu hari agar badan tidak lelah untuk jalan-jalan. Pada esok harinya kami sekeluarga siap untuk pergi jalan-jalan ke kampung oang tua saya, yaitu di Pulau Samosir, sebelum jalan-jalan saya dan keluarga berencana untuk mengunjungi Makam kakek dan nenek dari Ayah saya. Setelah tiba di makam kakek dan nenek saya, kedua orangtua saya memberitahu kepada saya dan kedua kakak saya yang bernama Herbert dan Anita kalau ini adalah  makam kakek dan nenek kalian. Saya dan kedua kakak saya langsung berdoa dan membersihkan makam. Saya senang sekali bisa melihat makam kakek dan nenek saya karena itu adalah pertama kali saya melihat makam kakek dan nenek. Tetapi sebenarnya saya sedih karena saya bertemu dengan kakek dan nenek saya pada saat semuanya sudah pergi untuk selamanya. Walaupun begitu utuk mengurangi rasa sedih saya, saya menyempatkan untuk berfoto di makam kakek dan nenek saya.



Berfoto sejenak di tempat makam kakek nenek

Setelah pulang dari kampung halaman di Samosir kami sekeluarga melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi sanak saudara yang lain. Pukul 16.00 sore kami melanjutkan perjalanan ke Pematang Siantar, tiba sesampainya di Pematang Siantar sanak saudara sudah berkumpul disana untuk bertemu dengan kami sekeluarga. Rasanya senang sekali bisa berkumpul dengan keluarga di kampung karena itu adalah pertama kalinya saya bertemu dengan sanak keluarga dari ayah dan ibu saya. Setelah itu keluarga kami berkumpul dan makan malam bersama. Dan akhirnya kami pun akhirnya beristirahat dan menginap di rumah Paman selama dua hari dan selama dua hari kami sekeluarga jalan-jalan melihat kebun Kopi dan kebun Durian dan kami keluarga bersantai dengan sejuk, memandangi indahnya perkebunan Paman saya.


Pada keesokan harinya pukul 07.00  kami sekeluarga melanjutkan perjalanan lagi ke Salib Kasih dan itu menempuh jarak hampir 5 jam lamanya. Tetapi kami sekeluarga tidak tidur karena bila kita tidur, kita tidak bisa melihat keindahan yang sangat bagus itu. Tiba saatnya di Salib Kasih kami segera turun dari mobil dan cepat turun dari mobil agar kami dapat melihat keindahan yang sangat bagus dan sejuk sekali. Dan setelah itu kami sekeluarga langsung naik keatas untuk melihat udara sejuk dan indahnya ciptaan Tuhan. Ternyata banyak sekali pengunjungnya yang datang ke Salib Kasih, dari mulai anak kecil sampai orang tua dan para turis pun datang mengunjungi Salib Kasih yang begitu indahnya. Saya dan keluarga  tidak lupa untuk berfoto untuk kenangan dan kami pun menyempatkan untuk belanja baju.

Salib Kasih, Tarutung

 Setelah selesai mengunjungi Salib Kasih kami tidak langsung pulang tetapi kami sekeluarga pergi ke tempat Pemandian Air Hangat dan menikmati hidangan malam. Kami berencana untuk menginap di tempat saudara karena bila pulang kami membutuhkan waktu perjalanan selama 5 jam lamanya.
Pukul 04.30 pagi kami sarapan, setelah sarapan pagi kami sekeluarga bergegas melanjutkan perjalanan membutuhkan waktu tiga jam untuk pergi ke PEMANDIAN AIR SODA DI TARUTUNG, SUMATERA UTARA. Sebelum kami mandi Air Soda kami sekeluarga berhenti sejenak untuk membeli makanan khas Tarutung, karena makanan disana sangatlah enak. Setibanya di Pemandian Air Soda kami langsung kaget karena begitu indahnya dan sejuknya Air Soda itu. Kami sekeluarga langsung bergegas untuk mengganti pakaian kami agar kami secepatnya mandi di Air Soda yang sangat sejuk itu.

Kami sekeluarga sangatlah menikmati Pemandian Air Soda tersebut karena kami belum pernah merasakan sejuknya mandi dengan air soda, karena itu adalah hal pertama kalinya saya menikmatinya. Saya dan kedua kakak saya sangatlah bahagia bisa berendam sampai puas. Setelah selesai mandi di Air Soda kami pun langsung bergegas membereskan pakaian kita. Pada pukul 17.00 sore kami tidak langsung pulang tetapi kami menikmati makan sore dan minum Es Cendol walaupun namanya sama tetapi rasanya sangatlah beda. Setelah kami selesai makan sore kami menyempatkan untuk berkeliling lagi di kota Medan untuk melihat indahnya Kota kelahiran saya. Pukul 19.30 malam setelah kami selesai kami pun pulang kerumah nenek dan menempuh perjalanan yang cukup lama 2 jam lebih. Pada pagi harinya kami pun beristirahat dan tidak melakukan perjalanan.

Pada tanggal 24 agustus 2012 kami sekeluarga membereskan pakaian agar dimasukkan ke dalam koper karena kami sekeluarga akan kembali pulang ke Jakarta pada tanggal 26 agustus 2012. Sebelum kami pulang ke Jakarta kami sekeluarga menyempatkan untuk berkunjung ke rumah sanak saudara untuk meminta izin pulang. saya dan kedua kakak saya di beri uang Jajan untuk di tabung. Rasanya senang sekali bisa berkumpul bersama Nenek, Tante, Paman, Kakak-Abang dan adik sepupu lainnya.

Tiba saatnya pada hari minggu, 26 agustus 2012 pukul 08.00 pagi kami sarapan, setelah sarapan kami pun langsung bergegas menaiki mobil carteran dan menuju bandara Polonia Medan. Tetapi walaupun kami pulang ke Jakarta saudara ku ingin sekali mengantar saya dan keluarga ke Bandara. Berat rasanya ingin meninggalkan kota Kelahiran saya. Pukul 10.00 pagi tiba saatnya untuk check-in dan kembali ke Jakarta.

Tetapi saya tidak akan lupa dengan kampung saya yang begitu indah dan sejuk. Karena itu adalah pengalaman pertama saya pulang kampung yang sangat menyenangkan bagi hidup saya.



TUGAS ILMU SOSIAL DASAR


CARA MENGENDALIKAN DIRI

Cara mengendalikan diri dari Emosi

1. Kembali melihat situasi
Untuk mengontrol marah yang berlebihan, coba kembali melihat situasi yang membuat Anda marah. Pikirkan apa penyebabnya. "Hal ini membantu seseorang dalam mengendalikan diri mereka.

2. Analisis Masalahnya
Tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda bisa merasakan marah yang begitu besar dan apa penyebabnya. Dengan mengetahui secara jelas masalah yang ada, Anda bisa memiliki kemampuan untuk mengontrol amarah yang meledak.

3. Selesaikan Masalah
Bagi sebagian orang, menonton film atau video lucu dapat membuat perasaan lebih tenang. Namun, hasilnya hanya bertahan beberapa waktu saja. "Karena selalu berinteraksi dengan orang lain, terutama orang yang telah membuat kita sangat marah, maka perasaan itu bisa kembali lagi suatu saat jika tidak diselesaikan.
Cara Untuk Mengendalikan Anak
Anak usia 6 — 9 tahun. Saat anak masuk sekolah, mereka bisa memahami konsekuensi yang diberikan dengan lebih baik, dan mereka bisa memilih tingkah laku yang baik dan yang tidak baik. Anak Anda mungkin bisa terbantu dengan membayangkan suatu tanda berhenti yang harus dipatuhi dan memikirkan keadaan tertentu sebelum memberikan respons. Doronglah anak Anda untuk melalui situasi yang membuat frustasi selama beberapa menit untuk menenangkan diri, dan bukannya malah meledakkan emosinya.

Anak usia 10 — 12 tahun.

Anak-anak yang lebih besar biasanya bisa lebih baik dalam memahami perasaan mereka. Doronglah mereka untuk memikirkan apa yang menyebabkan mereka kehilangan kendali dan ajak mereka menganalisanya. Jelaskanlah, terkadang situasi-situasi yang pada awalnya membuat sedih, dapat berakhir dengan sangat berantakan. Bujuklah anak untuk meluangkan waktu sebentar sebelum meresponi suatu situasi.

Anak usia 13 — 17.

 Pada usia ini, anak-anak seharusnya dapat mengendalikan sebagian besar tindakan mereka. Tetapi, ingatkan para remaja untuk memikirkan konsekuensi jangka panjangnya. Bujuklah mereka supaya berhenti sejenak untuk mengevaluasi situasi yang menyedihkan itu sebelum memberikan respons dan bicarakanlah masalah-masalahnya daripada kehilangan kendali, membanting pintu, atau berteriak. Bila perlu, disiplinkan anak remaja Anda dengan memberikan hak istimewa untuk menguatkan pesan bahwa pengendalian diri adalah keterampilan yang penting.

Saat Anak-Anak Lepas Kendali

Berikan contoh yang baik untuk anak-anak Anda dengan menunjukkan cara-cara yang sehat dalam memberikan reaksi atas situasi yang membuat mereka stres. Sesulit apa pun, tetaplah berusaha untuk tidak berteriak saat Anda sedang mendisplin anak-anak Anda. Sebaliknya, cobalah untuk tegas dan fokus pada masalah.

Saat anak Anda sudah mulai tenang, tetaplah tenang dan jelaskan bahwa berteriak, emosi yang meledak, dan membanting pintu adalah perilaku yang tidak dapat diterima dan ada konsekuensinya — lalu katakan apa konsekuensinya.

Tindakan Anda bisa menunjukkan bahwa kemarahan bukanlah cara yang tepat bagi anak-anak untuk meminta sesuatu. Contohnya, bila anak Anda marah di toko serbaada setelah Anda menjelaskan mengapa Anda tidak mau membelikan permen untuknya, jangan menyerah — hal ini menunjukkan bahwa kemarahan adalah sesuatu yang tidak dapat diterima dan tidak efektif untuk mereka lakukan.

Bila anak Anda sering kehilangan kendali dan terus mendebat/membantah, antisosial, atau impulsif, atau bila kemarahannya lebih dari 10 menit, bicarakan hal ini dengan dokter anak Anda. Bicarakan pula dengan dokter bila kemarahan anak Anda yang masih sekolah itu disertai dengan:
·         kegelisahan/keresahan,
·         sikap impulsif,
·         sikap menentang,
·         kesulitan dalam berkonsentrasi,
·         harga diri yang rendah, atau
·         menurunnya prestasi di sekolah.
Pertimbangkan untuk berbicara dengan guru anak Anda tentang susunan ruang kelas dan tingkah laku yang tepat seperti yang diharapkan. Juga, lihatlah pada tindakan Anda sendiri apakah Anda sedang mengatasi sebaik mungkin situasi yang membuat stres. Bila tidak, Anda mungkin ingin bertanya kepada dokter Anda apakah diperlukan konseling keluarga.

Cara Mengahapi Stres

Pertama-tama, anda harus belajar mengenali stres:
Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Melepaskan diri dari alkohol, narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-indikasi dari gelaja stres. Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres.
Jika anda merasa stres mengaruhi pelajaran anda,
langkah pertama adalah mencari bantuan melalui pusat koseling di sekolah anda


Perhatikan lingkungan sekitar anda
Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.
Belajarlah cara terbaik untuk merelaksasikan diri anda
Meditasi dan latihan pernafasan telah terbukti efektif dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk menjernihkan pikiran anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.

Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan
Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.
Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri
Dengan mengurangi jumlah kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi beban yang berlebihan.
Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.
Jangan membebani diri anda secara berlebihan
dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.
Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.
Ubahlah cara pandang anda
Belajarlah untuk mengenali stress. Tingkatkan reaksi tubuh anda dan buatlah pengaturan diri terhadap stress.
Hindari reaksi yang berlebihan;
Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?
Lakukan sesuatu untuk orang lain
Untuk melepaskan pikiran dari masalah anda sendiri.
Tidur secukupnya
Kurang istirahat hanya akan memperburuk stress.
Hindari stress
Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun.
Hindari pengobatan diri sendiri atau menghindar
Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres. Namun tidak dapat membantu memecahkan masalah.
Tingkatkan ketahanan diri anda
Yang harus digarisbawahi dari manajemen stress adalah Saya membuat diri saya sendiri sedih

Cara Pengendalian Diri

Kita sebagai manusia pasti pernah merasakan perasaan negative. Perasaan negative tersebut memunculkan reaksi di tubuh kita berupa emosi. Yang menjadi masalah adalah jika emosi tersebut terasa sangat mengganggu bagi kehidupan kita. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pengendalian diri kita terhadap emosi negative yang muncul :
  1. Mengendalikan diri dengan menggunakan Prinsip Moral. Setiap agama pasti mengajarkan kepada kita tentang prinsip-prinsip moral. Dengan mengikuti prinsip-prinsip moral tersebut, maka kita dapat membedakan yang baik dan yang buruk bagi diri kita.
  2. Mengendalikan diri dengan menggunakan Kesadaran. Kita sadar ketika pikiran atau perasaan negative muncul. Sesuatu yang bisa kita sadari bisa kita kendalikan. Sebaliknya, sesuatu yang tidak kita sadari akan mengendalikan kita. Jadi, sadari pikiran negative yang muncul, sehingga kita yang mengendalikan pikiran kita sendiri.
  3. Melakukan Perenungan saat kita sudah benar-benar nggak tahan, mau "meledak" karena dikuasai oleh emosi, atau saat kita marah besar. Pikirkan dampak-dampak apa saja yang akan ditimbulkan jika kita melampiaskan kemarahan kita, baik bagi diri sendiri maupun terhadap orang lain dan lingkungan sekitar.
  4. Menggunakan Kesabaran. 
  5. Menyibukkan diri dengan pikiran atau aktivitas yang positif.
Keuntungan Mengendalikan Emosi

Hal yang sangat menguntungkan jika anda pandai mengelola emosi, anda akan sehat baik maupun mental. Kalau anda terlatih, stress dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan anda.

kerjaan menumpuk, dikejar deadline, ditambah lagi dengan berbagai urusan pribadi, merupakan penyebab emosi anda tak terkendali.

Berbagai persoalan tersebut membuat kepala anda seperti dihantam palu godam yang amat berat. Ujung-ujungnya anda mau teriak, marah, menangis atau bahkan mengamuk.

Emosi yang tak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri. Selain menyebabkan energi anda terkuras, anda akan dicap tidak kuat mental dan tidak dewasa. Makanya jika anda digelayuti berbagai  masalah, jangan hanyut dalam emosi. Lebih baik anda coba tenangkan diri dengan menarik
nafas dalam-dalam. Dan berpikirlah denganrileks !

Memang tidak mudah sih, tapi kalau pandai mengelola dan mengendalikan emosi, anda akan
merasakan manfaatnya. Apakah manfaatnya itu ?

Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi umumnya tidak pernah panik dalam menghadapi situasi apapun. Hal ini tentu cukup mempengaruhi kualitas kerja anda. Karena jika anda bekerja dalam keadaan emosi yang tidak stabil membuka peluang besar untuk melakukan kesalahan fatal.

Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa PEDE anda. Dengan emosi yang terjaga, anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik. Anda yakin apapun yang akan anda hadapi dapat diselesaikan semaksimal mungkin. Hal ini secara otomatis akan menambah rasa percaya diri anda. Dan tentu saja hal ini sangat diperlukan dalam dunia kerja bukan ?

Selain itu emosi yang berlebihan akan menguras habis seluruh energi anda. Lebih dari kegiatan fisik yang anda dilakukan. Karena emosi umumnya membuat pikiran anda meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan anda tak terkendali. Nah emosi yang terkendali akan menghemat energi anda. Sehingga anda tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari.


Hal yang sangat menguntungkan lainnya, jika anda pandai mengelola dan mengendalikan emosi, anda akan sehat baik fisik maupun mental. Coba saja anda lihat orang-orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit. Selain penyakit mental seperti stress dan depresi, mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang cukup berat seperti hipertensi, alergi, maag, migrain dan lain-lain.